Minggu, 25 Februari 2018

I AM NOT A ROBOT EPISODE 9


Kim Min Kyu mengelus rambut Aji 3 dan menggenggam tangannya, dia berandai-andai jika saja dia dapat mengelus, menggenggam dan mencium cinta pertamanya. Seandainya....
Tapi dia bertekad akan memberikan kalung pemberian ibunya sebagai hadiah untuk wanita terakhir dalam hidupnya. Aji 3 terdiam bingung, tak tahu apa yang harus dilakukan.


Ketika Aji 3 sudah pulang, Min Kyu membuka kotak kenangan yang disimpannya sejak kecil. Dia kembali melihat kartu-kartu ucapan ulang tahun dan hadiah cangkir panda 15 tahun yang lalu. Dia masih ingat betapa bahagianya dia mendapatkan hadiah dan kartu-kartu itu. Min Kyu bahagia, karena hanya Ri El yang masih mengingatnya dengan mengirim kartu-kartu ucapan ulang tahun. 


Keesokan hari, ketika Aji 3 memasuki rumah Min Kyu dia melihat tumpukan surat, dan ada surat petisi darinya yang dikirim oleh Sun Hye. Oleh karena itu dia menyimpannya terpisah agar terlihat oleh Min Kyu. Menurutnya inilah kesempatan terakhirnya, jika ini tidak berhasil juga dia akan menyerah saja.


Min Kyu menelpon restoran dan meminta reservasi untuk dia saja, tidak boleh ada seorang-pun di sana. Dan dia mengajak Aji 3 supaya jadi pelayan. Ketika Aji 3 bertanya, apakah Min Kyu akan melamar ? dia hanya tersenyum.


Di laboratorium, Pai menunjukkan pada Prof Hong, video ketika Min Kyu mendekati wajah Aji 3 untuk menciumnya. Prof Hong marah, dan menganggap Min Kyu adalah seorang yang berpikiran mesum. Dia merasa marah karena cemburu, dan menyuruh Pai untuk memanggil Aji 3. Tapi menurut Pai, Aji 3 sudah tidak ada di rumah dan pergi bersama Min Kyu.


Min Kyu dan Aji 3 sudah berada di restoran kebun. Ketika Min Kyu mengajarinya untuk membuat coklat panas di dalam cangkir panda. Aji 3 sudah mengingatkan, kalau tidak baik jika harus melamar menggunakan cangkir dan coklat panas. Tapi menurut Min Kyu coklat adalah kesukaan Ri El dan cangkir itu hadiah darinya 15 tahun yang lalu. Dan Min Kyu ingin mengingatkan Ri El dengan itu semua. Akhirnya Aji 3 mengangguk dan menuruti semua keinginan Min Kyu.


Ri El datang, Min Kyu menyambutnya dengan bahagia. 
Ketika Aji 3 menyajikan minuman, Ri El kaget karena yang disajikannya coklat panas. Menurut Ri El dia sudah tidak menyukainya coklat panas karena terlalu manis, mengandung banyak gula dan dia juga lupa tentang cangkir panda, hadiah yang dia beri 15 tahun yang lalu. Menurut dia cangkir itu sangat ketinggalan zaman. Dia tak ingin membicarakan masa lalu, karena dengan begitu, Min Kyu kelihatan tua dan kuno. 
Tapi Ri El meminumcoklat panasnya untuk menghormati Min Kyu, meskipun hanya sedikit karena terlalu manis. Aji 3 yang mendengarnya merasa kesal, karena Ri El sudah 2 kali menghina Min Kyu.


Ri El menanti jawaban Min Kyu tentang lamarannya tempo hari. 
Min kyu mengatakan dia tak bisa mengajak Ri El berkencan 3 kali atau pun menciumnya. Dia tak bisa menikahi Ri El, tapi dia ingin memberikan kalung ibunya sebagai hadiah. Tapi Ri El menolaknya, dia tak bisa menerima itu sebagai hadiah dari seorang teman.


Karena merasa sudah mendengar jawaban dari Min Kyu. Ri El mengajak bersalaman untuk melupakan tentang pernikahan mereka. Min Kyu dengan berat hati menerima ajakan jabat tangan Ri El meskipun dia tahu akibatnya. 


Sepeninggalnya Ri El, Min Kyu kesakitan karena alerginya kambuh. Dia kesal dengan kea-daan dirinya yang seperti itu, ditengah keputusasaannya dia memutuskan untuk tidak menyuntik dirinya, kemudian dia pun berjalan ingin membuang kalung pemberian ibunya ke danau, tapi dicegah oleh Aji 3. 
Dia marah ketika Aji 3 mendekatinya dan menyuruh Aji 3 untuk menjauh.


Dia tak jadi membuang kalungnya dan duduk di bangku panjang sambil menangis menye-sali keadaannya. Aji 3 hanya bisa menatap punggung Min Kyu dengan sedih. Sementara indikator detak alerginya terus naik, ruam-ruam di kulitnya mulai muncul lebih banyak, tapi Min Kyu tetap terdiam sedih, tak berusaha untuk menyuntik badannya. 
Tiba-tiba saja hujan turun dan Aji 3 memayunginya dengan payung transparan ciptaan Ji A yang dibuat oleh Prof Hong.


Min Kyu perlahan menoleh kepada Aji 3, dan Aji 3 tersenyum. Lalu menengadah ke atas, mereka melihat hujan yang jatuh lewat payung transparan. Min Kyu berulang kali menoleh ke arah Aji 3 yang tersenyum, hingga hujan berhenti. Dan tiba-tiba tanpa disadari, indikator alergi  Min Kyu turun menjadi normal.


Min Kyu mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Aji 3 untuk mengajaknya pulang. Baru saja beberapa langkah tiba-tiba dia tersadar, kalau alerginya hilang padahal dia tidak menyuntikan obat.


Ketika dia sedang bingung dengan melihat kedua tangannya, tiba-tiba penjaga kebun me-nabraknya hingga terjatuh dan merangkulnya. Min Kyu yang semula marah, menjadi ter-tawa dan memaksa memeluk tukang kebun sekali lagi, karena dia ingin memastikan kalau alerginya tidak kambuh jika dia bersentuhan dengan manusia. Dia kesenangan seperti orang gila karena merasa dirinya sudah sembuh.


Min Kyu mengajak Aji 3 untuk berbaur dengan orang-orang, untuk lebih memastikan kalau alerginya sudah sembuh. Semula Min Kyu ragu setelah melihat kerumunan orang banyak, tapi Aji 3 meraih tangannya dan memastikan semua akan baik-baik saja.
Min Kyu dan Aji 3 berjalan diantara orang-orang banyak, Min Kyu senang. Bahkan dia membelikan Aji 3 boneka dan berfoto selfi sambil memakai topi.
Dia pun menonton pertunjukan nyanyi sambil duduk di sebelah orang lain, dan ikut bergem-bira bersama dengan saling menggenggam tangan orang yang di sebelahnya sambil bernyanyi-nyanyi.

Dokter Oh akhirnya menelpon. Min Kyu mengabarkan keadaannya yang sudah sembuh dengan gembira kepada Dokter Oh. Dokter Oh tidak percaya kalo Min Kyu bisa sembuh total. Min Kyu berulang kali meyakinkannya bahwa tidak muncul ruam ketika bersentuhan dengan orang lain, dan indikator alerginya tidak naik.


(Saat itu juga Prof Hong tiba disana, dia mencari Aji 3 dan Min Kyu menggunakan GPS. Dia marah dan kesal pada Min Kyu yang dianggapnya mesum karena mencoba mencium Aji 3).


Tapi hal yang tak diinginkan terjadi lagi. Ketika Min Kyu masih berbicara di telpon dengan Dokter Oh, Min Kyu tersenggol seseorang yang sedang berjalan dan tiba-tiba indikator alerginya naik lagi. Min Kyu bingung karena alerginya kembali kambuh, sedangkan Dokter Oh khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap Min Kyu.


Ruamnya kembali muncul lebih banyak dan indikator semakin naik. Min Kyu makin kebi-ngungan, karena dia tak membawa pil atau suntikan. Dia menoleh dan melihat Aji 3 yang sedang mencari-carinya, dia kembali bingung karena kali ini indikator alerginya mulai turun dan ruamnya mulai hilang, sebaliknya ketika dia tak bisa melihat Aji 3 karena terhalang orang lain indikator alerginya kembali naik. 


Dia mengatakan kepada Dokter Oh kalau dia sudah tahu apa jawabannya. Dia mulai me-ngerti, mengapa alerginya menghilang dan dia bisa hidup normal. Itu semua adalah karena seseorang yang bukan manusia.
Lalu Min Kyu berlari mendekati Aji 3 dan memeluknya, kemudian mencium keningnya. Aji 3 yang kaget, terdiam saja ketika Min Kyu melakukan hal itu.



Kim Min Kyu : "Ini berkat dirimu. Karena kamu ada di sisiku."
Kim Min Kyu melepaskan pelukan : "Aku akan membelikan baterai yang paling tahan lama di dunia. Tetaplah denganku sampai aku mati. Tetaplah denganku selamanya. Kamu adalah harta milikku yang paling berharga."


Prof Hong tiba di sana dan melihat semua kejadian itu, dia berjalan dengan marah mende-kati dan memukul Min Kyu karena berbuat yang tak seharusnya dengan Aji 3.


Prof Hong menarik Aji 3 supaya ikut pulang dengannya, tapi Min Kyu menahannya dan me-narik Aji 3 untuk tetap dengannya karena dia tuannya. Prof Hong tak mau mengalah karena dia merasa, dia yang membuatnya. Aji 3 bingung di tarik-tarik ke sana kemari, akhirnya dia memutuskan untuk mode stand by karena baterainya habis..... (hahaha...bisa aja Jo Ji A untuk melarikan diri dari situasi yang sulit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar