Ketika Min Kyu membuka pintu, dia terkejut karena Prof Hong keluar dari gudang. Min Kyu curiga seakan dia di awasi, karena menurutnya kenapa waktunya pas sekali Prof Hong keluar ketika dia mau masuk. Tapi Prof Hong beralasan dia keluar karena akan membeli koyo untuk anak buahnya yang telah seharian di pekerjakan oleh pelayan Sung untuk mengecat rumah. Dia tak tahu kalau ada Min Kyu di sana.
Prof Hong bertanya, kenapa Min Kyu ada di sana. Min Kyu berkata dia ingin bertemu dengan Aji 3. Tapi Prof Hong melarangnya karena Aji 3 sedang di charge. Min Kyu bersikeras ingin menemui Aji 3 selagi di charge, Prof Hong keberatan dengan alasan baterainya bisa meledak.
Min Kyu tidak percaya, karena beberapa menit yang lalu dia mendengar Aji 3 sedang berbicara.
Kim Min Kyu : "Sebenarnya aku enggan mengatakannya, beberapa menit yang lalu aku mendengar Aji 3 berbicara. Bagaimana cara kamu menjelaskannya ?"
Prof Hong : "Sensor kulitnya sedang rusak, jadi kami sedang memperbaikinya. Anda terlalu sering menyentuhnya, sebaiknya anda menahan diri.... Itu akan menghabiskan banyak uang."
Kim Min Kyu : "Itu terserah aku."
Prof Hong : "Lantas, itu juga terserah aku mau mengirim Aji 3 kepada anda atau tidak."
Kim Min Kyu : "Kamu bisa berkemas sekarang jika tidak menuruti perintahku."
Prof Hong : "Baiklah, kami akan berkemas."
Kim Min Kyu : "Tunggu..."
Dan akhirnya dia bergegas meninggalkan Prof Hong dengan kesal. Prof Hong tersenyum.
Hoktal menjelaskan pada Jo Ji A kalau lampu merah yang berjalan adalah Min Kyu, karena mereka memasang alat pelacak di handphone Min Kyu, jadi kemana pun dia pergi selama membawa handphone, akan bisa dilacak. Jo Ji A tersenyum sambil memuji mereka.
Ketika Min Kyu sedang merenung di dalam kolam renang. Dia mendengar Hoktal dan Ssanip mendekati kolam renang. Dia masuk ke dalam air.
Hoktal dan Ssanip pergi ke kolam renang untuk berenang mengikuti anjuran Jo Ji A, mereka dengan senang membayangkan akan berenang agar badannya tak sakit lagi karena mengecat tadi. Tapi ketika baru saja mereka turun ke dalam kolam renang, mereka kaget melihat Min Kyu di dalam kolam renang.
Mereka kembali naik dan lari ketakutan karena melihat Min Kyu. Mereka saling menggerutu, dan mengatakan Min Kyu adalah gila dan tidak waras.
Sementara itu, Prof Hong yang sedang galau, memperhatikan Jo Ji A yang sedang tidur. Pai yang merasa terganggu menanyakan apa yang mengusik pikiran Prof Hong. Lalu Prof Hong menunjukkan rekaman video ketika Min Kyu terserang alergi, menurutnya Min Kyu tidak normal, dan dia ragu untuk melepaskan Ji A kepada Min Kyu.
Tapi menurut Pai, Ji A mengatakan kalo Min Kyu orang yang normal. Pai menanyakan, apakah ketika masih berpacaran, Ji A orang yang tak bisa dipercaya? Prof Hong mengatakan Ji A adalah orang yang bisa dipercaya.
Oleh karena itu, Pai mengatakan kalau sebenarnya Prof Hong lah yang tak bisa melepaskan Ji A.
Jo Jin Bae yang gelisah di tempat tidur, diajak Hong Joo untuk minum bir. Hong Joo menanyakan kabar Ji A. Tapi Jin Bae tidak tahu, karena Ji A tak pernah mengangkat telpon darinya. Hong Joo mengatakan kalau Ji A berkencan dengan pria yang salah, dia berkencan dengan seseorang yang membuat robot. Jin Bae kaget, karena ternyata Ji A berkencan denga Hong Baek Gyoon, pimpinan tim Santa Maria.
Prof Hong yang duduk di depan montior masih galau, sambil memandangi Ji A yang sedang gelisah di tempat tidurnya. Dia kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Ji A. Waktu itu Ji A minta dibuatkan payung, yang bisa berubah menjadi transparan. Menurut Ji A, senang sekali jika punya payung seperti itu.
Jo Ji A : "Saat pasangan berjalan bersama di bawah payung, dengan satu tombol, payungnya bisa dibuat transparan dan mereka pun bisa melihat hujan. Jika tiba-tiba mereka ingin berciuman payungnya dibuat buram, jadi tidak akan ada yang melihat."
Jo Ji A : "Orang-orang akan menyukai payung ini, bukan ?"
Prof Hong : "Mungkin saja... Tapi hanya beberapa orang saja yang akan menginginkannya, bukan ?"
Jo Ji A : "Kita tak boleh membuat sesuatu yang hanya dipakai beberapa orang ? Aku ingin membuat barang yang akan berguna buat orang-orang meski mereka belum mengetahuinya."
Jo Ji A :"Aku tidak mempunyai keahlian tekhnologi untuk membuat barang, jadi mau meminjam tangan dan otak orang pintar seperti anda. Akan lebih baik jika kita menghasilkan uang."
Prof Hong hanya mendengarkan sambil terdiam.
Jo Ji A sedang terduduk di taman, memperhatikan orang-orang yang lalu lalang. Dan dia membuat sketsa barang yang cocok untuk dipakai seorang pria botak agar tak menjadi bahan tertawaan orang-orang yang melihatnya.
Ketika Ji A sedang asyik menggambar, dia dikejutkan dengan hujan yang turun. Oleh karena itu dia buru-buru merapikan tasnya untuk pergi. Tapi tanpa disangkanya ada sebuah payung yang menaunginya dari air hujan, dan ketika dia menoleh ternyata Prof Hong tersenyum membawa payung yang Ji A inginkan. Ji A tersenyum senang.
Hari itu Jo Jin Bae datang untuk menemui Prof Hong. Untung saja Ji A sudah pergi ke rumah Min Kyu dan robot Aji 3 disembunyikan di kamar mandi. Jin Bae memperkenalkan diri sebagai kakaknya Jo Ji A dan Prof Hong memperkenalkan diri sebagai mantan pacar Jo Ji A.
Sementara itu Min Kyu yang senang bisa bertemu dengan Aji 3 merasa kesal karena Aji 3 bersikap dingin. Dia ingin bertanya dan berbicara dengan Aji 3, tapi kenapa dia bersikap seperti itu. Menurut Aji 3, teman Min Kyu banyak, kenapa harus menunggunya.
Min Kyu : "Tidak, aku hanya bisa bertanya dan bicara banyak denganmu."
Aji 3 : "Lantas gadis yang kemarin itu ? Cinta Pertamamu. Jika bukan teman, lantas apa ?" (sepertinya Ji A mulai merasa cemburu....qeqeqe)
Kim Min Kyu : "Dia bukan teman..."
Aji 3 : "Sungguh ?" (tersenyum tersembunyi...)
Kim Min Kyu : "Dia seorang wanita." (ooooooo Ji A kecewa...... )
Kim Min kyu : "Aku belum pernah pacaran, tapi kenapa aku merasa seperti ditekan mantan pacarku ? Tidak, lebih seperti, pola percakapan ini terasa sangat familier... "
Aji 3 tidak menanggapi dia lebih tertarik pada bungkusan di atas meja.
Aji 3 menanyakan kenapa kalung itu belum dikeluarkan. Min Kyu bertanya kenapa Aji 3 tahu kalau bungkusan itu berisi kalung. Aji 3 baru tersadar kalau dia sedang menjadi robot, lalu dia beralasan kalau dia hanya menebaknya saja.
Min Kyu meminta Aji 3 yang membukanya dan memastikan kalau kalung itu masih bagus. Aji 3 yang kesal akhirnya membuka dan menunjukkan kalau kalung itu masih sangat bagus. Min Kyu dengan manja meminta Aji 3 untuk memasangkan di lehernya. Dan Min Kyu merasa senang karena akhirnya kalung itu kembali padanya.
Aji 3 : "Kamu senang kenang-kenangan dari ibumu sudah kembali ?"
Kim Min Kyu : "Ini juga milik ayahku."
Kim Min Kyu : "Satu malam di bawah hujan meteor di atas bukit, ayahku melamar ibuku dengan kalung ini. Di dalamnya ada meteorit, batu bintang. Ini berarti ayahku mau menjadi bagian bintang dari diri ibuku."
Kim Min Kyu : "Aji 3, tunjukkan aku langit malam di gunung Hwangmae."
Kim Min Kyu : "Di sanalah ayahku melamar."
Aji 3 : "Wah....."
Kim Min Kyu : "Kamu sangat terkesan. Pada saat seperti ini, kamu seperti manusia sungguhan."
Kim Min Kyu : "Baiklah, pada musim dingin ini, saat ada hujan meteor, aku akan mengajakmu ke sana."
Aji 3 (dalam hati merasa sedih) : "Dia akan bersama Aji 3 saat itu, bukan aku."
Kim Min Kyu : "Aji 3... jika akhirnya aku menikahi seseorang, aku akan melamarnya dengan ini."
Ye Ri El yang mau mulai bekerja, datang untuk menunggu Min kyu datang ke kantor tapi ternyata dia tidak ada. Ye Ri El akhirnya menemui Yo Cheol di kantornya. Dia menceritakan kalau ayahnya menginginkan dia menikah. Yo Cheol yang ternyata diam-daim menyukai Ri El kaget dan sedih, ketika dia bisa menebak laki-laki yang dijodohkan dengan Ri El.
Min Kyu yang masih bingung dengan keadaannya, meminta pendapat Aji 3.
Kim Min Kyu : "Dengarkan baik-baik Aji 3, aku punya teman dan baru-baru ini, dia dilamar cinta pertamanya."
Aji 3 : "Kamu ?"
Kim Min Kyu : "Bukan aku, teman aku. Tapi teman itu mengidap penyakit sepele."
Aji 3 : "Kamu ?"
Kim Min Kyu : "Bukan aku. Temanku....temanku."
Aji 3 : "Anggap saja begitu. Memang apa penyakitnya ?"
Kim Min Kyu : "Itu sangat rumit. Satu kesalahan kecil saja, dia bisa mati."
Aji 3 : "Alergi ?"
Aji 3 : "Alergi ?"
Kim Min Kyu :"Bisakah dia hidup dengan cinta pertamanya ? tanpa memberitahu penyakitnya ?"
Aji 3 : "Kenapa dia tidak bisa bilang ? Apa alergi itu menyusahkan ? Tidak ada yang tahu apa sebabnya ?"
Kim Min Kyu : "Akan kukatakan sekali lagi. Dengarkan baik-baik. Mereka tidak bisa bergandengan atau berciuman. Mungkinkah pernikahan semacam itu terjadi ?"
Aji 3 : "Baiklah. Jadi kamu.....bukan...bukan... teman kamu mengidap penyakit yang tidak fatal, tapi tetap bisa membunuhnya. Itu sangat rumit. Cinta pertamanya melamarnya dan temanmu khawatir soal bisa atau tidaknya dia menikah atas dasar cinta saja."
Kim Min Kyu : "Benar..."
Aji 3 : "Kenapa cinta disebut cinta ? Karena kamu harus bisa melompat tebing dengannya."
Kim Min Kyu : "Kamu salah..Tidak semudah itu."
Aji 3 : "Cinta pertamamu masih membuatmu berdebar-debar ?"
Kim Min Kyu : "Ya. Begitu mendengar dia akan kembali, aku merasa bersemangat dan hatiku merasa tidak karuan."
Aji 3 : "Astaga... "
Kim Min Kyu : "Kenapa? apakah itu buruk ?"
Aji 3 : "Kenapa begitu ? Itu hatimu."
Kim Min Kyu : "Maksudmu ?"
Aji 3 : "Kamu merasa bersemangat dan hatimu tidak karuan. Kamu bisa apalagi selain mencobanya."
Aji 3 : "Datangilah gadis itu. Maksudku, cinta pertamamu. Beritahu dia hal yang mengusikmu, lalu genggam tangannya."
Kim Min Kyu : "Ahh...kamu tidak mendengarkan ucapanku ? Kami tidak bisa bergandengan."
Aji 3 : "Kenapa tidak ?"
Kim Min Kyu : "Karena alergi itu ?"
Aji 3 : "Alergi apa ?"
Kim Min Kyu : "Alergi kontak fisik dengan manusia."
Aji 3 terdiam kaget....
Kim Min Kyu pun kaget dengan apa yang baru saja dia katakan, rahasia penyakitnya....
Tapi Aji 3 kembali santai, karena dalam pencarian robot Aji 3 tidak ada penyakit semacam itu.
Min Kyu merasa lapar, dan mengajak Aji 3 untuk memasak. Aji 3 yang melihat, kepiting kecil di dalam panci, langsung berselera dan menelan ludah, karena menurutnya kepiting kecil itu lezat sekali jika di goreng dan ditumis. Dan Aji 3 menyarankan untuk memberikan sebagian kepiting itu kepada tetangga yang ada di gudang. Min Kyu bilang dia sudah mengirimkannya ke sana.... (sambil tersenyum mencurigakan...)
Hoktal, Ssanip dan Pai sangat senang mendapatkan kiriman bahan makanan dari Min Kyu. Tapi mereka kaget, ketika melihat isinya yaitu kepiting kecil. Kepiting-kepiting itu keluar sebagian ketika Ssanip menghentakkan kotaknya.
Kepiting-kepiting kecil yang berhamburan, berjalan-jalan ke sana ke mari tak bisa ditangkap oleh Hoktal dan Ssanip. Hingga mengerubungi badan Prof Hong dan Jo Jin Bae yang sedang bicara serius tentang mengapa Prof Hong membuat robot dengan wajah Jo Ji A. Jo Jin Bae khawatir dengan perasaan Jo Ji A nantinya. Dan Jin Bae menyarankan jika uji cobanya telah selesai wajah robot itu harus diganti, karena jika tidak diganti, dia akan menuntut Hong.
Selesai masak, Min Kyu memuji Aji 3 karena telah menyarankan dia untuk mencari resep internasional, dan kali ini masakannya sangat lezat. Dia menceritakan, kalau dia tak bisa makan masakan orang lain. Dimulai sejak 15 tahun lalu, ketika orang tuanya meninggal. Pertama-tama dia hanya minum susu dan makan mi mangkuk, ramyeon juga. Lalu dia mulai memasak nasi dan membuat bubur, juga memasak sup dan semur. Setelah lusinan kali mencoba, baru dia berhasil membuat masakan yang enak.
Aji 3 yang mendengarnya merasa terenyuh, dia membayangkan Min Kyu kecil hidup sendirian, makan mi mangkuk yang tidak enak karena kurang matang.
Menurut Min Kyu, rasa adalah kenangan. Ibunya selalu masak untuknya di rumah. Setelah banyak latihan, akhirnya dia bisa memasak hampir semua masakan ibunya berdasarkan rasa dalam kenangannya.
Tapi dia merasa menyesal karena tidak bisa mempelajari banyak hal dari ayahnya, contohnya bercukur.
Aji 3 kembali membayangkan Min Kyu kecil yang tak bisa bercukur, malah melukai wajahnya dengan pisau cukur.
Dalam bayangannya dia menyentuh bahu Min Kyu kecil dan mengatakan kalau terlepas dari semua kesakitan itu, Min Kyu telah tumbuh dengan baik.
Dan Aji 3 kaget setelah tersadar dari lamunannya, karena yang dia pegang bahunya bukanlah Min Kyu kecil. Min Kyu merasa tersentuh dengan perlakuan Aji 3.
Kim Min Kyu : "Sekarang.....hatiku terasa tidak karuan lagi."
Aji 3 : "Anda memikirkan cinta pertama anda ?"
Kim Min Kyu : "Ya... Andai saja dia robot sepertimu aku pasti bisa mengelus rambutnya, menggenggam tangannya. Pergi ke berbagai tempat yang di datangi banyak orang. Serta menciumnya, itulah keinginanku...."






















Tidak ada komentar:
Posting Komentar