Kim Min Kyu : "Halo, Aji 3".
Aji 3 (Jo Ji A) : "Aku mencintai anda, Tuan. Apa ???"
Aji 3 : "Ya ampun. Astaga...."
Aji 3 tersentak kaget, karena yang berdiri di hadapannya Kim Min Kyu yang dicari-cari karena tak membayar upahnya. Kim Min Kyu ikut-ikutan kaget karena melihat dan mendengar ekspresi Aji 3 (kocak liat ekspresinya.... hahaha).
Aji 3 (bicara dalam hati) : "Apakah dia orang yang kupikirkan? kenapa dia ada di sini? apakah aku ada di rumahnya?"
Aji 3 ( bicara dalam hati ) : "Tunggu...apa yang aku katakan tadi? Bagaimana ini, apakah aku ketahuan?"
Min Kyu menelpon Prof. Hong untuk menanyakan situasi yang dihadapinya. Dan mengapa Aji 3 bisa berekspresi seperti itu. Prof. Hong yang kebingungan, entah tak tahu harus bilang apa, akhirnya memutuskan berbohong, kalau Aji 3 dalam "Mode Teman". Menurutnya Aji 3 mempunyai 2 mode, mode operasi dan mode teman, karena adanya error kecil, makanya Aji 3 menjalankan mode teman. Untuk mengembalikannya Min Kyu diharuskan menekan tombol di belakang leher Aji 3, agar kembali menjadi mode operasi.
Semua merasa tak yakin dan pesimis, bisa membohongi Min Kyu yang ber IQ 159.
Kim Min Kyu : "Halo, Aji 3"
Aji 3 : "Aku mencintai anda, Tuan. Ada yang bisa kubantu?"
Kim Min kyu : "Kurasa pengaturan ulangnya berhasil. Kukira kamu robot yang cerdas. Tapi kamu tak ada bedanya dengan peralatan rumah tangga."
Kim Min Kyu : "Aji 3 bagaimana kamu bisa membuktikan bahwa kamu robot yang cerdas ?"
Aji 3 : "Bagaimana anda bisa membuktikan bahwa anda manusia ?"
Kim Min Kyu : "Jawaban yang bagus. Tapi mode operasimu dimulai dengan adanya error. Nilaimu sudah berkurang."
Tim Santa Maria merasa lega, karena Min Kyu ternyata percaya dengan kebohongan mereka.
Prof Hong : "Ssanip, dia sudah melihat wujud asli robot Aji 3. Dia mungkin tidak mengira bahwa yang didepannya adalah manusia. Dia tidak tahu, karena dia sudah terlalu yakin."
Hoktal : "Anda sedang membicarakan eksperiman Gorila tidak terlihat ?"
Prof Hong : "Pai, atur jawaban Ji A sesuai aturan yang diinginkan. Sekarang dia tak akan kesulitan melalui tes ini."
Ssanip : "Anda benar, berharap saja listrik tidak padam." Ternyata do'anya tidak terkabul, karena listrik tiba-tiba saja padam...... hehehe
Jo Ji A kebingungan karena tiba-tiba alatnya mati, dia tak tahu apa yang harus dilakukan. Sementara Min Kyu meneruskan tesnya, dan dia harus menjawab sendiri tanpa panduan dari Prof Hong. Kali ini Min Kyu memberikan tes untuk menguji perangkat kerasnya. Aji 3 disuruh untuk duduk, angkat kaki, angkat tangan silih berganti. Aji 3 tidak melakukannya dengan baik.
Ketika Min Kyu memberikan tes kognitif dan pemecahan masalah dengan memberikan masalah matematika untuk membuka kunci peti, Ji A bingung karena dengan IQ 94 dan sudah lama tidak belajar matematika hanya diberikan waktu 3 menit untuk memecahkan masalah. Maka dengan pemikirannya sendiri, Ji A mendekati peti dan memukulnya hingga pecah dan mengambil isinya yaitu sebutir telur.
Dan kejadian itu, malah membuat Min Kyu bingung, bagaimana sebuah robot bisa memecahkan masalah seperti itu... (hahaha...)
Ketika Min Kyu memerintahkan mengupas telur itu, dengan waktu 10 detik tanpa menggunakan alat apapun. Ji A malah memukul telur itu ke kepalanya dan mengupasnya. Sekali lagi Min Kyu kaget dan takjub.... (hihihi...sebenarnya siapa yang bodoh ya?)
Ketika Min Kyu memberikan tes pencarian internet, untuk mencari seputar action figure yang di dapatkan Ji A, dengan lancar dia menjawab semua asal-usulnya. Dia menjawab dengan rasa kesal karena teringat dengan susah payah dia mendapatkan action figure itu tapi pekerjaannya tak dibayar.
Kim Min Kyu : "Tapi sepertinya aku perhatikan ada yang aneh dengan dirimu sejak tadi."
Jo Ji A (dalam hati) : "Apa? ada apa? apa yan salah?"
Kim Min Kyu : "Aku mengerti sekarang. Aku tahu apa yang salah."
Jo Ji A : "Bedebah ini melihat kemana? sebaiknya dia melihat kearah yang lain."
Kim Mi Kyu : "Payudaramu lebih besar dari yang kemarin. Tunggu....apa karena baterainya membesar? Biar ku buka."
Jo Ji A : "Apa yang kamu lihat?"Kim Min Kyu : "Diam. Aku harus memeriksanya."
Tangan Min Kyu menjulur ke depan untuk meraih payudara Ji A.
Dan listrik kembali menyala di saat Ji A sedang mencaci maki Min Kyu. Tim Santa Maria terkejut, dan merasa dunianya akan runtuh, berakhir sudah...
Min Kyu hanya terdiam bengong, dan menelpon Prof Hong yang kehilangan kata-kata karena merasa sudah tak ada harapan tapi ternyata Min kyu malah berkata, kalau Prof Hong menggunakan baterai yang murah hingga membuat dada Aji 3 panas dan membengkak.... (wkwkwkwk.... ga bisa nahan ketawa).
Dengan mengungkapkan teori bohong, Prof Hong berusaha mencegah Min Kyu menyentuh dada Aji 3. Dan mengembalikan Aji 3 ke mode operasi tanpa menekan tombol reset.
Kim Min Kyu mendapat telpon dari Jo Jin Bae, tentang pegawainya yang menggelapkan dana bantuan sosial dan sudah berlangsung 3 tahun. Min Kyu menyuruh Jo Jin Bae untuk meminta kepada pegawainya itu mengundurkan diri. Dan Min Kyu juga meminta Jo Jin Bae untuk mengajukan tuntutan kepada orang yang telah mencuri kalungnya. Dia akan memberikan barang bukti kamera di dasbornya. Dia sangat ingin Jo Ji A di penjara.
Aji 3 (Jo Ji A) yang mendengarnya sangat kaget dan kesal.
Ketika Min Kyu sedang bertanya kepada Aji 3 tentang benar tidaknya dia menuntut orang yang telah mencuri kalungnya. Dia berbicara sambil minum obat, dan ketika dia emosi karena merasa Aji 3 membela pencuri daripada tuannya. Tiba-tiba Min Kyu tersedak. Aji 3 berlari mendekat dan memukul punggung Min Kyu, hingga obatnya keluar dari mulutnya. Aji 3 mengelus-elus punggung Min Kyu, hingga membuat Min Kyu kaget dan terkesan.
Kim Min Kyu : "Apa yang baru saja kau lakukan padaku?"
Aji 3 : "Aku diberi data mengenai dasar ekspresi wajah manusia. Tadi anda berada dalam situasi darurat dan membutuhkan bantuan. Jika melatihku dengan baik, aku bisa melakukan banyak hal untuk anda."
Min Kyu yang terkesima berusaha untuk menyentuh wajah Aji 3. Aji 3 menyambut tangan itu dan menggenggamnya.
Tim Santa Maria, sedang mengecek memory video selama listrik padam. Dan Prof Hong yang marah-marah pada Ji A membuat dia kesal, dan pergi meninggalkan lab sambil berkata untuk mengubah wajah robot Aji 3. Prof Hong menggerutu walaupun Ji A sudah pergi.
Tiba-tiba saja dia mengingat kejadian masa lalu, ketika Jo Ji A meminta putus dengannya tanpa memberikan sebab dan alasannya, dan meninggalkan Prof Hong terbengong dengan keputusannya.
Prof Hong : "Dia memang masih sama, tak pernah berubah. Dia selalu membuatku marah, dan pergi begitu saja."
Ketua Hwang Yoo Cheol sedang bertemu dengan John Martin untuk membicarakan penjualan Daeyang Shipbuilding. Tiba-tiba Min Kyu menelpon dan menyuruhnya untuk membatalkan penjualan. Ketua Hwang kelabakan karena perjanjian akan ditanda tangani esok hari, tapi Min kyu tidak perduli.
Jo Ji A sedang mentraktir makan kakak ipar dan keponakannya, karena dia sudah berhasil melunasi hutangnya. Tiba-tiba Hong Joo, kakak iparnya, menunjukkan sebuah kalung yang tertinggal di kantong Ji A ketika dia hendak mencuci baju Ji A. Jo Ji A kaget karena kalung yang dimaksud Min Kyu ada padanya, karena dia tidak pernah menduga kalung itu terbawa olehnya.
Jo Ji A menelpon Min Kyu dan menunjukkan kalungnya yang hilang dan berniat mengembalikannya, dengan syarat Min Kyu meminta maaf karena telah menuduhnya pencuri dan memukulinya. Min Kyu tidak mau meminta maaf karena merasa Ji A adalah pencurinya, dan Ji A merasa dia bukan pencuri. Mereka bertengkar sengit di telpon, hingga akhirnya Ji A minta alamat agar dia bisa mengirimkan kalung itu.
Di dalam bengkel lampu, Ji A senang karena Ahjusi tukang lampu berhasil membuat lampu seperti yang Ji A inginkan. Dan dia tinggal mempersiapkan presentasi yang bagus, agar berhasil dalam kompetisi
Sementara Min Kyu sedang bekhayal Aji 3 menggaruk punggungnya, mengelap kaca, membersihkan rumah. Sepertinya dia mulai terkesan dan tak bisa melupakan Aji 3..... hehehe
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar