Ji A kebingungan, dia merasa lebih baik mati lemas atau kedinginan sebelum pagi. Kemudian Ji A berbalik dan meyakinkan Min Kyu kalau mereka akan bisa keluar dari sana bagaimana pun caranya, karena dia pun akan merasa gila jika semalaman ada di dalam bersama Min Kyu. Min Kyu hanya terdiam mendengarkan.
Ji A berusaha menelpon tapi tidak mendapatkan signal di dalam gudang. Berulang kali dia bersikap kuat dan meyakinkan Min Kyu kalau mereka akan bisa keluar, tapi setelah mendengar suara tikus, dia buru-buru naik ke atas gerobak. Dia menyalakan lampu mobil untuk menarik perhatian orang-orang, tapi dia sendiri pun tak yakin dan ketakutan mendengar suara tikus.
Min Kyu tersenyum. Dia mengatakan baik-baik saja, karena dia sudah terbiasa terkurung dan kedinginan. Tiba-tiba keluar suara dari perut Ji A yang menandakan kalau dia sedang merasa lapar.
Pai berusaha menghubungi Ji A dan Min Kyu tapi kedua-duanya tidak dapat dihubungi. Dia mendekati Prof Hong yang sedang membetulkan mobil dan akan membantunya tapi Prof Hong melarang karena dia tak bisa bekerja bila ada Pai di sampingnya. Pai mengatakan, itu semua karena Prof Hong kelelahan. Dia menyuruh Prof Hong istirahat sebentar tapi Prof Hong tidak mau. Pai mengatakan jika Prof Hong tidak mau beristirahat mungkin mereka berdua akan meninggal karena kecelakaan. Akhirnya Prof Hong menyerah dengan kata-kata Pai, dia menutup kap mobil dan masuk untuk beristirahat.....(perempuan tidak pernah kalah....hehehe).
Ji A mencoba mencari barang-barang yang akan bisa menghangatkan mereka sebelum orang datang menyelamatkan mereka. Dia menemukan tumpukan jerami, dan membereskannya di atas mobil. Tapi kemudian dia berteriak kecil karena jarinya keselusupan batang jerami. Min Kyu mendekat dan menarik Ji A ke tempat yang lebih terang, dia berusaha mengeluarkan batang jerami dari tangan Ji A. Min Kyu begitu serius mengeluarkan batang kecil yang masuk ke jari Ji A, hingga berhasil dikeluarkan. Sejenak hati Ji A berdebar dan dia menatap wajah Min Kyu, Min Kyu tersenyum. Ji A buru-buru berdiri dan membuang muka.
Pai menanyakan bagaimana perasaan Prof Hong sekarang, ketika tahu kalau Ji A dan Min Kyu saling mencintai padahal Prof Hong ingin kembali menjalin hubungan dengan Ji A.
Prof Hong mengatakan dia merasakan keputusasaan Min Kyu ketika gagal memasukkan data yang dia ingin kepada Aji 3 dan dia juga melihat kalau Ji A sekarang sudah berubah, dia tak bisa menemukan Ji A yang dulu. Prof Hong menemukan alasan mengapa mereka berpisah, dia menyesal dan ingin memperbaikinya. Tapi Ji A yang sekarang sudah berubah dan kini dia pun merasa telah berubah. Takkan bisa kembali.
Pai menanyakan apakah semua itu menyedihkan, Prof Hong menjawab tentu saja itu menyedihkan tapi kalau dibandingkan dengan perasaan yang mereka rasakan, kepe-dihannya tidak berarti apa-apa.
Dan Prof Hong memutuskan untuk tidur sebentar.
Min Kyu melihat-lihat sekelilingnya, lalu dia memanggil Hong Joo (Ji A) untuk melihat apa yang ditemukannya. Ji A senang karena mereka menemukan ikan asin kering, makgeoli, ramyun dan pemanas. Tapi dia ragu, karena semua itu pasti milik seseorang. Min Kyu mengatakan mereka dapat menggantinya esok hari. Ji A menyetujuinya.
Min Kyu mempersilahkan Hong Joo untuk memakan semuanya, karena semua makanan itu belum tentu bisa mengenyangkan perut Hong Joo yang sedang kelaparan. Mereka berdua duduk diatas jerami yang di pasang Ji A diatas mobil.
Pai memandangi wajah Prof Hong yang tengah terlelap dalam tidur karena kelelahan, dia lalu memutuskan keluar untuk memperbaiki mobil sendirian.
Ji A yang sedang makan merasa risih selalu di pandangi Min Kyu. Min Kyu mengatakan apa yang sedang dilakukan Ji A sekarang adalah hal yang sangat dia ingin dilakukan Aji 3 dulu. Ji A mengatakan tentu saja dia bisa melakukannya karena dia adalah manusia
Min Kyu menanyakan umur Ji A, lalu dia mengatakan kalau umurnya sekarang adalah 29 tahun, Ji A menjawab kalau mereka sepantar. Min Kyu menanyakan bisakah mereka berteman, Ji A menjawab dia tak mau berteman.
Min Kyu memperkenalkan diri dan dia sudah tahu nama Ji A adalah Hong Joo.
Ji A bergumam mengapa Min Kyu mengikutinya dan ikut terkunci di gudang. Min Kyu mengatakan kalau dia menyukai situasi itu. Ji A menanyakan apakah pacar Min Kyu tidak salah paham jika mendengar perkataannya. Min Kyu mengatakan kalau dia tidak punya pacar. Kemudian dia berusaha mengalihkan pembicaraan dengan minum makgeoli.
Min Kyu mendengar suara hujan, Ji A mengatakan itu suara ombak dan angin. Min Kyu mengatakan kalau dia punya kenangan yang tak terlupakan, di saat hujan dia melakukan ciuman pertama.
Min Kyu mengatakan dia ingin menceritakan banyak tentang Aji 3, jika Ji A tidak merasa nyaman dia boleh hanya mendengarkan saja. Ji A menyetujuinya asal Min Kyu berjanji setelah mereka keluar esok hari, dia tidak akan pernah mengganggunya lagi. Min Kyu terdiam sejenak, lalu menyanggupinya.
Min Kyu menceritakan dia merasa Aji 3 sangat istimewa dari pertama kali bertemu. Dia menceritakan Aji 3 dengan sangat bersemangat, wajahnya berseri-seri. Ji A mendengarkan sambil tersenyum.
Prof Hong terbangun mendengar dering telpon, ternyata Dokter Oh yang menelpon. Dia masih merasa khawatir kepada keadaan Min Kyu. Dia berpesan kepada Prof Hong, jika penyakit Min Kyu kambuh dia harus menyuntikan obat yang ada dalam tas Min Kyu. Dan jika Min Kyu mengalami syok seperti yang dialami John dia tak akan cukup hanya dengan pengobatan suntikan itu saja.
Prof Hong mengiyakan, dia akan memberi kabar setelah dia sampai di Geojo.
Prof Hong keluar dan melihat Pai telah selesai membetulkan mobil. Dia menanyakan mengapa Pai tak membangunkannya, Pai mengatakan kalau Prof Hong tertidur dengan lelap.
Prof Hong melihat tangan Pai yang kotor, lalu dia mengambil lap dan membersihkan tangan Pai. Hati Pai berdesir.
Min Kyu mengatakan kalau dia mengakhiri cerita dengan Aji 3 dengan cara meresetnya, dan sekarang Min Kyu merasakan kalau itu adalah hal yang bodoh yang dia lakukan.
Dia mengatakan ceritanya sudah berakhir tapi Ji A mengatakan kalau cerita Min Kyu belum selesai karena dia belum menceritakan bagaimana selanjutnya keadaan Min Kyu setelah berpisah dengan Aji 3.
Min Kyu mengatakan awalnya dia merasa sakit sekali tapi kemudian seiring waktu dia bisa kembali ke kehidupan normal, dia bisa pergi bekerja ke kantor, makan di kafetaria, pergi ke bioskop dan toko buku, berbaur dengan orang-orang.
Ji A merasa tersentuh dan berkata,
Ji A : "Jika Aji 3 melihat keadaanmu sekarang, dia akan memujimu dengan berkata "Kau hebat"."
Min Kyu : "Tidak, inilah yang akan dia katakan "Kau melakukannya dengan baik"."
Ji A mendengarkannya dengan terharu, Min Kyu mengatakan cerita terakhirnya itu membosankan. Ji A mengatakan tidak membosankan. Lalu dia menanyakan mengapa Min Kyu mengatakan telah bodoh karena mereset Aji 3.
Awalnya Min Kyu merahasiakannya tapi setelah Ji A merajuk dia menceritakannya. Min Kyu mengatakan kalau dia kembali memasukkan data kepada Aji 3 sama persis dengan pertama kali mereka bertemu, bahkan hingga bergadang dia terus melakukannya. Tapi Aji 3 yang dulu tak pernah kembali. Saat memikirkan semua itu dia merasa perasaannya adalah nyata, tapi karena rasa takut dia mengabaikannya. Dan sekarang dia merasa ini adalah konsekuensinya, dia telah dihukum.
Ji A yang mendengarkannya tak kuasa menahan airmata, tapi Min Kyu tak melihatnya karena lampu yang berada di hadapan mereka telah mati.
Prof Hong dan Pai masih merasa bingung dengan keadaan Min Kyu dan Ji A selanjutnya.
Lalu Prof Hong menanyakan mengapa Pai tidak menerima pekerjaan sebagai pengajar, dia pun meminta maaf karena telah membaca SMS yang masuk di handphone Pai.
Pai mengatakan tidak tertarik dia lebih senang bekerja seperti sekarang ini. Prof Hong berharap Pai menerima pekerjaan itu. Pai malah mengatakan dia akan pergi diam-diam jika waktunya telah tiba. Prof Hong menarik nafas seraya mengatakan kalau Pai sangat keras kepala.
Hari sudah fajar, ketika mereka masih bercerita. Min Kyu mengatakan kalau sekarang Hong Joo harus menceritakan tentang dirinya. Dia mengatakan kalau dia tinggal dengan kakak, kakak ipar dan keponakannya. Lalu Min Kyu menanyakan siapa yang paling dirindukan Hong Joo. Ji A mengatakan ayahnya adalah orang yang paling dirindukan. Ji A menceritakan tentang kebaikan dan kepintaran ayahnya, dulu dia sangat ingin pandai seperti ayahnya. Tapi bakat dan harapan tak sama, dia merasa semua orang beruntung kecuali dirinya hingga suatu saat ada seseorang yang meyakinkannya kalau dia adalah orang yang sangat berguna. Orang itu membuatnya merasa agar tak boleh menyerah.
Min Kyu mengatakan kalau suatu hari Ji A bertemu dengan orang seperti itu Ji A harus mengatakan kalau orang itu membuatnya sangat berharga.
Ji A mengingatkan kepada Min Kyu akan janjinya, karena dia telah mendengarkan semua cerita Min Kyu maka besok Min Kyu harus kembali ke Seoul tanpa rasa menyesal. Ji A mengatakan seiring waktu berlalu, nanti dia hanya akan mengenang rasa yang telah terjadi dan semuanya akan tetap menjadi kenangan. Ji A berharap Min Kyu akan berbahagia.
Dan pagi hari ketika pintu dibuka oleh pekerja, dia terkejut melihat Ji A dan Min Kyu yang sedang duduk dan tertidur.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar