Hoktal sedang berbincang-bincang dengan Sun Hye di kafe Salju Musim Panas, ketika Ssanip masuk dia kaget melihat ada Hoktal di sana. Mereka sedang PDKT dengan Sun Hye. Tapi sepertinya Sun Hye lebih tertarik kepada Hoktal.
Hoktal bertanya, jika game berkencan dimulai siapa yang duluan terseret ? menurut Sun Hye orang yang pertama marah.
Min Kyu yang sedang marah kepada Aji 3, karena tak mengingat kejadian ciuman. Memerintahkan semua pekerjaan dilakukan Aji 3. Meski wajah Aji 3 memelas dan mengeluh, tapi Min Kyu tak mau perduli. Dari pekerjaan angkut barang dari mobil ke dalam rumah, mengelap, membereskan buku, membersihkan lantai, hingga membersihkan jendela.
Ketika Aji 3 sedang membersihkan jendela Prof Hong melihat, dia marah-marah kepada Min Kyu. Bagaiamana bisa robot canggih disuruh membersihkan jendela ? tapi Min Kyu tak bergeming karena dia sedang kesal kepada Aji 3. Prof Hong mengatakan, dia yang akan menggantikan Aji 3 membersihkan jendela, bahkan ketika Min Kyu memerintahkan menutup payung, Prof Hong menyambar pekerjaan itu terlebih dulu. Dan dia mengatakan kalau dia yang membuat payung itu. Aji 3 yang kesal jika idenya diakui Prof Hong merasa kesal tapi dia tak bisa apa-apa selain mengomel dalam hati.
Min Kyu mengajak Prof Hong untuk masuk dan dia memperlihatkan model laboratorium yang dibuat untuk tim Santa Maria di tanah seluas 6500 m2. Menurutnya semua fasilitas ada di sana, jadi mereka tak perlu keluar lab. Tapi Prof Hong masih belum puas karena gedung itu, masih belum mewakili mereka, dia ingin ada restoran karena Ssanip suka sekali makan, Hoktal sangat menyukai alam jadi dia ingin ada rumah kaca di samping labnya, juga dia meminta ada kolam renang di sana. Aji 3 menyela...tapi keduanya mengatakan kalau dia hanya sebuah robot.
Prof Hong dan Pai sedang memeriksa robot Aji 3 yang hampir sempurna. Menurut Prof Hong, sebentar lagi Ji A akan terbebas dari penderitaan karena menjadi Aji 3. Prof Hong mengiyakan waktu Aji 3 bertanya, apakah Prof Hong sangat perduli pada Ji A.
Ketika Pai hendak melangkah meninggalkan Prof Hong, tiba-tiba dia terpeleset dan ditangkap oleh Prof Hong. Melihat kejadian itu Aji 3 mengatakan kalau itu adalah saatnya harus mencium.
Prof Hong dan Pai langsung melepaskan diri saling menjauh, dan mereka kompak mengatakan kalau perintah itu hanya dilakukan oleh Min Kyu. Ketika mereka sedang merasa canggung, datanglah Ssanip dan Hoktal membawa sandwich dan minuman dari kafe Sun Hye. Sejenak Prof Hong terdiam, dia teringat ketika dulu membeli sandwich bersama Ji A.
Malam itu Min Kyu yang tak bisa tidur, masuk ke lab yang sepi untuk mendatangi Aji 3.
Min Kyu : "Hai Aji 3."
Aji 3 : "Selamat datang, Direktur Kim Min Kyu."
Min Kyu tersenyum.
Min Kyu : "Kenapa kamu tidak memanggilku, tuan ?"
Aji 3 : "Aku sedang menjalankan operasi perangkat lunak versi master. Untuk menjalankan perangkat lunak yang dikhususkan untuk anda, anda harus keluar dari versi ini."
Min Kyu diam sejenak dan bertanya : " Aji 3 di sini hanya kamu, bukan ?"
Aji 3 : "Hanya aku Aji 3 yang dibuat di lab Santa Maria sampai saat ini. Jika ada klona, kinerja kami akan identik."
Min Kyu terdiam....
Min Kyu : "Kamu adalah Aji 3-ku ? .... sulit dipercaya."
Aji 3 : "Dia yang tak mempercayai siapapun, tidak bisa mendapatkan kepercayaan orang lain."
Min Kyu teringat itu adalah kata-kata yang diucapkan Pai padanya. Lalu Min Kyu kembali bertanya hal yang pernah ditanyakan kepada Prof Hong. Dan Aji 3 menjawab jelas seperti yang diterangkan Prof Hong pada Min Kyu. Min Kyu menarik nafas panjang, dia kecewa karena Aji 3 benar-benar robot.
Min Kyu sedih dan gelisah, meskipun Aji 3 bertingkah seperti manusia tapi dia tetaplah robot tanpa emosi, seperti yang Pai katakan. Dia sedih karena perasaannya berbeda dengan Aji 3. Ciumannya tak berarti apa-apa bagi Aji 3. Dia membayangkan Aji 3 tidur di sebelahnya, baginya Aji 3 terasa nyata tapi lalu dia sadar kalau itu semua adalah palsu. Dia merasa kehilangan semangat, karena dia menyadari dia menyukai sebuah robot.
Aji 3 menatap Min Kyu yang matanya penuh dengan kesedihan, tapi dia bertekad untuk melupakan ciuman itu, dia harus berperan sebagai teman dan harta yang berharga buat Min Kyu. Tapi kesedihan Min Kyu terlihat jelas oleh Aji 3, dan membuat Aji 3 ikut merasa sedih. Tapi dia kini tak tahu bagaimana cara menghibur Min Kyu agar tak sesedih itu.
Lalu Min Kyu mengajak Aji 3 untuk menonton acara komedi. Mereka tertawa-tawa bersama, tapi Min Kyu yang masih merasakan kesedihan bertanya pada Aji 3.
Min Kyu : "Kamu tertawa karena lucu atau karena harus tertawa ?"
Aji 3 terdiam, dan menanyakan apakah Min Kyu masih kecewa dengan kejadian ciuman yang tak diingatnya. Min Kyu menatap sedih.... (hebat banget perannya...matanya itu bener-bener sedih.....)
Karena cuacanya bagus, Min Kyu memutuskan untuk mencuci. Pada saat dia sedang menginjak-injak cucian, Aji 3 ingin membantunya tapi dilarang Min Kyu.
Aji 3 terdiam memperhatikan kemudian dia melihat ada busa sabun di pipi Min Kyu dan dia mencoba mendekati untuk mengusapnya, tapi tangannya ditangkap Min Kyu. Dengan wajah sedih dan kesal, Min Kyu menanyakan kalau sebenarnya Aji 3 tidak menghapus ingatan tentang ciuman itu. Tapi Aji 3 berpura-pura dengan menjawab kalau dia tak mengerti apa yang dikatakan Min Kyu.
Min Kyu yang kesal dengan keadaan dirinya, mengatakan kepada Aji 3 kalau dia sangat membenci keadaannya saat ini, dia merasa dipermainkan perasaannya oleh sebuah robot. Min Kyu memutuskan kalau Aji 3 bukan lagi temannya, dia ingin Aji 3 hanya menjalankan Mode Operasi dan tidak menginginkan lagi Mode Teman, jika Mode Teman kembali muncul dia akan meresetnya. Dia memerintahkan Aji 3 untuk pergi, dia ingin sendiri saja.
Dia merasa tersiksa dengan perasaannya sendiri, setelah mengingat-ingat semua kejadian bersama Aji 3. Dia menarik nafas berat, merasa beban sangat menghimpitnya. Semua yang dilakukan bersama Aji 3 tidak nyata, semuanya tidak berarti apa-apa.
Dia tak sadar ketika Madam X mengirimkan sms, kalau dia akan kehilangan sahamnya.
Ternyata Hwang Do Won sedang menemui Ye Sung Tae agar menarik dukungannya kepada Min Kyu. Dia ingin Sung Tae menjodohkan Ri El dengan Yo Cheol yang sebentar lagi akan menjadi Direktur, karena dia berniat akan menjatuhkan Min Kyu. Dia akan membeli saham dan kemudian menginginkan Sung Tae berpihak padanya, maka Min Kyu akan jatuh. Tapi Sung Tae tidak mau, karena dia sudah berjanji pada ayah Min Kyu kalau dia akan selalu mendukung Min Kyu. Do Won memberikan peringatan pada Sung Tae, kalau dia harus mengambil kesempatan itu. Sekali lagi Sung Tae menolak keinginan Do Won.
Sekretaris Yoon mengabarkan pada Do Won kalau Min Kyu sedang mencari Jang Doo Sam, bekas supir almarhum Direktur Park, yang mengikat kontrak dengan tim Santa Maria.
Saat itu Jin Bae sedang datang ke rumah sewa Jang Doo Sam dan menanyakan kepada penjaga, tapi sayang dia tak bisa menemukannya karena Doo Sam telah menghilang 2 hari yang lalu. Kemudian Jin Bae meninggalkan kartu nama, dan mengatakan kepada penjaga agar memberikan kepada Jang Doo Sam jika sewaktu-watu dia pulang.
Tim Santa Maria sedang berkumpul ketika Ji A masuk ke lab. Ji A menanyakan kepada mereka artikel apa yang sedang mereka baca. Ssanip menjelaskan kalau dulu, temannya Prof Hong memfitnah mencuri materi risetnya di Amerika, padahal dia yang mencuri dan menghianati. Dan sekarang semuanya sudah terbongkar. Ji A marah kenapa mereka diam saja diperlakukan seperti itu. Ssanip bilang, Prof Hong menyerahkan hasil risetnya karena dia tak ingin membahayakan Ssanip dan Pai, karena Hoktal saat itu belum bergabung bersama tim Santa Maria.
Ji A yang mendengarkan, mengatakan kalau Prof Hong sangat keren dengan keputusannya. Ssanip dan Hoktal memuji Min Kyu yang berjuang keras untuk mengembalikan nama baik Prof Hong. Dan mereka juga senang, ketika Prof Hong mengatakan kalau design laboratorium telah selesai. Kemudian mereka memutuskan untuk merayakan dengan minum-minum.
Prof Hong mengumumkan, kalau MIT telah bersedia memulihkan nama baiknya dan semua itu berkat Min Kyu. Min Kyu yang masih bersedih hanya tersenyum samar. Ketika mereka mulai minum, Ji A hanya sanggup menatap minumannya karena dia sedang berperan sebagai Aji 3, meskipun dia sangat ingin sekali minum. Kemudian dia menoleh kepada Min Kyu yang terdiam dengan wajah sedihnya.
Mereka sedang bermain lipat jari, tapi Min Kyu tak menghiraukan permainan itu. Dia asyik menenggak minumannya.
Ketika satu per satu keluar dari ruangan, Min Kyu masih duduk di sana sambil memegang botol. Aji 3 datang menghampiri untuk mengajak Min Kyu pulang karena dia sudah mabuk.
Min Kyu menolak dan dia mengatakan kalau dia takut Aji 3 pergi, karena dia tak bisa hidup tanpa Aji 3. Aji 3 bilang, kalau kata-kata itu tak boleh dikatakan kepada seorang teman, seperti yang Min Kyu minta. Aji 3 mengajak Min Kyu berdiri dan pergi, tapi Min Kyu malah menariknya untuk duduk dan mengajak Aji 3 bermain lipat tangan seperti yang teman-teman mereka lakukan.
Min Kyu : "Lipat jarimu jika pernah dicium robot."Min Kyu : "Lipat jarimu jika itu membuatmu heran."
Min Kyu : "Lipat jarimu jika itu membuatmu marah."
Aji 3 yang tidak tahan melihat kesedihan Min Kyu berniat berdiri, tapi Min Kyu menariknya kembali.
Min Kyu : "Lipat jarimu jika itu membuatmu membenci robot itu."
Dengan sedikit meneteskan airmata Min Kyu melipat jarinya yang terakhir sambil berkata,
Min Kyu : "Lipat jarimu jika itu membuatmu berharap robot itu adalah manusia."
Kemudian kepalanya jatuh di atas meja tak sadarkan diri.
Aji 3 yang sedih melihat keadaan Min Kyu seperti itu, meletakkan kepalanya di meja berhadapan dengan muka Min Kyu dan berkata, "Aku bukan robot." sambil menatap Min Kyu yang terlelap tak sadarkan diri.

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar