Prof Hong dan Pai mulai mencari-cari tempat untuk dijadikan laboratorium dan tempat tinggal mereka, karena merasa tidak enak jika harus terus tinggal di kedai Sun Hye. Setelah melihat-lihat lalu mereka berdiskusi di restoran, gudang mana yang cocok dengan keuangan mereka
Sambil berbincang-bincang, sedikit demi sedikit Pai mulai menunjukkan perhatiannya pada Prof Hong. Meski merasa sedikit aneh, Prof Hong pun mulai sedikit merasakan perasaan yang lain pada Pai, dia mulai merasa takut kehilangan Pai. Pai pun tersenyum.
Kemudian
dia kembali memikirkan keadaan Min Kyu, tapi Pai mengatakan kalau
semuanya harus diserahkan kepada Ji A, karena Ji A lebih mengenal
pribadi Min Kyu.
Min Kyu yang sedang dibicarakan, malam itu merasa gelisah, dia selalu teringat pada Ji A dan kata-kata yang diucapkannya. Sebenarnya dia merasa rindu kepada Ji A dan tim Santa Maria.
Akhirnya dia beranjak keluar dan berjalan menuju laboratorium Prof Hong. Di sana dia menemukan lab yang kosong dan dingin.
Dia pun keluar dari gudang dan berjalan mendekati pelayan Sung yang sedang menghangatkan tubuhnya dengan membuat api unggun.
Pelayan
Sung menanyakan kedatangan Ji A esok hari, Min Kyu dengan malu-malu
mengatakan kalau pelayan Sung jangan mencegahnya masuk, pelayan Sung
tersenyum. Kemudian Min Kyu mengatakan jika pelayan Sung punya sesuatu
yang disembunyikannya, dia harus mengatakannya sekarang karena dia tak
ingin dibohongi lagi. Pelayan Sung tersenyum dan mengatakan tak ada
manusia yang tak berbohong, karena mereka bukanlah malaikat, termasuk
Min Kyu yang pernah menjanjikan membelikannya alat rontgen tapi tak
kunjung menepatinya. Min Kyu kaget karena dia baru teringat.
Kemudian
pelayan Sung pun bercerita tentang kisah Si Landak, yang pada intinya
mereka saling berpelukan untuk menghindari rasa dingin meski tubuh
mereka terluka. Mereka lebih memilih terluka daripada sendirian dan
kedinginan.
Min Kyu terdiam dan sedikit mengangguk.
Min Kyu terdiam dan sedikit mengangguk.
Ji
A yang sedang dalam perjalan untuk pergi ke rumah Min Kyu, tiba-tiba
kaget setelah di depannya melintas seorang anak lelaki. Sehingga dia tak
bisa menguasai sepeda motornya dan terjatuh. Tangannya terluka,
makanannya berantakan dan motornya rusak.
Min
Kyu yang merasa gelisah sepanjang hari menanti kedatangan Ji A, kecewa
dan berfikir kalau Ji A berbohong lagi. Dia mengingat kata-kata Ji A
yang mengatakan kalau dia setiap hari akan datang meski Min Kyu tak
memperdulikannya.
Min
Kyu membaca lagi petisi yang tergeletak di meja, dia baru menyadari
kalau pembuat petisi itu adalah Jo Ji A atau Aji 3 yang membuat ide
lampu hati.
Min
Kyu kembali terluka, dia merasa kalau selama ini Ji A memanfaatkannya
hanya untuk membuka final kontes ide bisnis di KM Financial. Dan dia
merasa ditertawakan dan dibodohi oleh tim Santa Maria. Dia benar-benar
merasa orang yang paling bodoh.
Ji
A tetap datang meski hari sudah malam dan tangannya sakit bekas
terjatuh tadi siang. Dia melihat Min Kyu sedang minum alkohol. Sambil
mempersiapkan hidangan Ji A mengingatkan Min Kyu kalau tidak boleh minum
dalam keadaan perut kosong, tapi Min Kyu tak perduli dan melontarkan
kata-kata yang sinis kalau Ji A bukanlah temannya, jadi dia tak perlu
mengeluarkan kata-kata seperti itu. Ji A terdiam.
Ketika Ji A hendak pulang, Min Kyu menghentikannya dan menanyakan kalau lampu hati adalah milik Ji A.
Dia mengatakan sekarang baru menyadari kalau Ji A mendekatinya hanya agar Min Kyu membuka kembali final kontes.
Ji A mendekat dan mengatakan kalau banyak yang ingin dia katakan kepada Min Kyu, tapi Min Kyu mengatakan tak ingin mendengarnya.
Min
Kyu yang sedikit agak mabuk menumpahkan semua kemarahan dalam hatinya.
Ji A hanya bisa menangis dan mengatakan maaf berkali-kali. Min Kyu yang
merasa selama ini telah di bodohi dan ditertawakan Ji A serta tim Santa
Maria merasa sangat terluka.
Diapun
sebenarnya tak tahu harus bersikap seperti apa, dia sangat marah tapi
sebenarnya dia juga mencintai Ji A. Dia menanyakan kepada Ji A, apakah
Ji A pernah merasakan sedikit saja perasaan padanya, tapi di sisi lain
dia juga ingin agar Ji A menghilang dari kehidupannya. Dan yang membuat
Ji A menangis adalah kata-kata Min Kyu yang mengatakan kalau tiap detik
yang dulu dilalui bersama Ji A membuatnya takut dan sekarang dia
menginginkan Ji A menghilang selamanya dari kehidupan Min Kyu. Ji A
hanya bisa minta maaf dan menangis.
Min
Kyu yang merasa marah, kecewa, sakit dan terluka melemparkan gelas yang
dipegangnya ke pajangan kaca, yang menyebabkan kacanya pecah dan
serpihannya mengenai tangan Ji A. Darah di tangan Ji A menetes diantara
serpihan kaca.
Dengan
gontai Ji A yang menangis beranjak dari tempatnya berdiri. Hatinya
merasa bersalah, sedih dan hancur. Dia berjalan perlahan keluar rumah.
Min
Kyu pun menangis setelah menumpahkan semua kemarahannya, hatinya pun
sebenarnya sakit dan sedih melihat keadaan Ji A apalagi setelah melihat
tetesan darah Ji A di lantai.
Jin Bae menemui Prof Hong setelah mendapat email dari Madame X, seorang informan Min Kyu yang tidak diketahui keberadaan maupun orangnya, dia yang selalu menolong Min Kyu dari kecil hingga sekarang.
Jin
Bae mengajak Prof Hong untuk menemukan Jang Doo Sam, karena dialah yang
bisa menyelamatkan Min Kyu, tim Santa Maria dan Ji A. Dia mengajak Prof
Hong, karena Prof Hong mengenal Jang Doo Sam supir yang selalu berada
di sisi direktur Park semasa hidup dan menyimpan rahasia pimpinan Hwang
Do Won.
Setelah
kemarahannya agak mereda, Min Kyu mengambil minum ke dapur dan dia
melihat catatan berbentuk hati yang menempel di goody bag yang dibawa Ji
A. Ternyata Ji A membawa komik dan berpesan agar Min Kyu membaca
komik-komik jika merasa kesepian.
Tak
lama kemudian Sun Hye datang menemui Min Kyu, dia melihat ada ceceran
darah Ji A diantara kepingan kaca yang berserakan di lantai.
Min
Kyu dengan dingin menanyakan maksud kedatangan Sun Hye. Sun Hye
mengatakan kalau dia ingin mengambil berkat yang telah di berikan kepada
Min Kyu.
Sun
Hye mengatakan kalau Ssanip dan Hoktal masih memperhatikan Min Kyu saat
ini, serta Ji A yang selalu memasak untuk Min Kyu setiap hari. Tapi
semuanya sebentar lagi akan hilang karena tim Santa Maria telah
menemukan lab baru dan Ji A akan pergi ke Australia. Oleh karena itu
lambat laun mereka akan menganggap Min Kyu sebagai kenangan.
Min
Kyu mulai serius mendengarkan ketika Sun Hye mengatakan kalau suatu
hari Ji A akan menemukan seorang pria yang mencintainya, Min Kyu mulai
berpikir meskipun sikapnya seperti tidak perduli.
Sun
Hye : "Kenapa Ji A menciummu? Sejak kapan dia ingin memberitahumu kalau
dia bukan robot? Bagaimana perasaannya terhadap pria yang mengatakan
kalau dia mencintainya tapi menganggapnya hanya sebagai robot?"
Sun Hye : "Bukankah semua jawaban pertanyaan itu berkat hidup?"
Sun Hye : "Hadiah yang lebih berharga karena tidak terlihat dan harus dirayakan serta diyakini."
Min Kyu terdiam dan berpikir.
Sun Hye : "Dan kau akan kehilangan semua berkat itu selamanya."
Sun
Hye datang ke rumah Ji A sambil membawa satu lampu hati dan
menyimpannya di kamar Ji A. Hong Joo yang mengikutinya mengatakan kalau
Ji A sedang mengunjungi ayahnya.
Min
Kyu datang ke kafe Sun Hye dan dia melihat tim Santa Maria sedang
berjalan sambil berbincang-bincang. Dia merasa sedih melihatnya karena
dia tak bisa berbaur di dalamnya kemudian terngiang kata-kata Sun Hye,
kalau nantinya Min Kyu hanyalah kenangan buat mereka semua.
Ssanip
dan Hoktal yang melihat mobil Min Kyu berusaha mengejar dan
memanggil-manggil nama Min Kyu. Mereka berlari tapi Min Kyu tetap
menjalankan mobilnya pergi meninggalkan mereka yang mengejar bahkan
Hoktal sampai terjatuh sambil memanggil nama Min Kyu.
Ji
A sedang berada di tempat abu ayahnya, dia mengatakan kepada ayahnya
kalau dia sekarang telah berhasil menciptakan barang inovasi seperti
yang dicita-citakan, bahkan pria yang disukainya menyukai payung dan
lampu hati yang diciptakannya. Namun Ji A bersedih karena dia telah
sangat menyakiti perasaan pria itu dengan sebuah kesalahan. Ji A pun
mengaku sangat merindukan pria itu tapi dia tak tahu harus bagaimana.
Min
Kyu yang pulang ke rumah, merasa aneh karena ada payung transparan di
jok bela-kang mobilnya, karena dia tidak merasa pernah membawanya. Dia
tak tahu kalau payung transparan itu adalah kepunyaan Ji A yang dia bawa
ketika pertama kali Min Kyu berkencan dengan Ri El .
Dia mengambilnya dan membawa ke dalam lalu meletakkannya di sebelah lampu hati.
Ketika
duduk, dia melihat ada secarik kertas yang ditinggalkan Sun Hye, yang
isinya mengatakan kalau Sun Hye membawa satu lampu untuk diberikan
kepada Ji A.
Sejenak
Min Kyu menyalakan TV dan melihat berita tentang hujan meteor yang akan
melanda Korea Selatan di Gunung Hwanghae. Lalu dia mematikannya, karena
sedang tak mood menonton TV.
Dia
bangkit membawa payung untuk di simpan di lemari tapi Min Kyu merasa
aneh karena payung transparannya ada di dalam lemari dan ketika dia
mencoba memencet tombol payung itu, payung yang dibawanya dari mobil
berwarna biru, dan payung miliknya berwarna hitam. Dia sempat berpikir,
mungkin dia memiliki payung 2. Tapi kemudian dia teringat sesuatu.
Dia
bergegas masuk ke ruang kerjanya dan membuka portofolio peserta final
kontes ide bisnis di komputernya, lalu dia menemukan kalau pencipta
payung itu adalah Ji A.
Dia
teringat kembali kata-kata Ji A sewaktu di gudang, kalau ada satu orang
yang membuat Ji A merasa berharga dan tak boleh menyerah. Min Kyu sekarang merasa kalau kata-kata Ji A itu ditujukan kepadanya.
Dia
menoleh dan melihat tumpukan buku yang berbentuk hati yang dibuat Ji A
ketika masih menjadi Aji 3. Tiba-tiba saja dia merasakan sangat
merindukan dan ingin bertemu dengan Ji A.
Min Kyu mendekati lampu hati dan menyentuhnya hingga menyala.
Ji A yang baru saja pulang, merasa lelah hati dan jiwanya, merebahkan diri di kasur. Lampu hati di sebelah tempat tidurnya menyala.
Min
Kyu memacu mobilnya ke gunung Hwanghae dan mencari-cari Ji A di sana,
tapi sete-lah melihat sekeliling dia tidak menemukan Ji A.
Dia ke sana karena dia pernah berjanji kepada Aji 3, kalau dia akan membawa Aji 3 melihat hujan meteor bersamanya.
Min
Kyu merasa sedih karena tak menemukan Ji A di sana. Dia pun berbalik
akan pulang, tapi di depannya Ji A berdiri menatapnya........























Tidak ada komentar:
Posting Komentar